
Arfatul Hidayat: Ini Melukai Ahlul Qur’an dan Harus Diusut Sampai Tuntas
Viral di media sosial video yang memperlihatkan challenge menghafal ayat Al-Qur’an dengan imbalan minuman keras dalam sebuah acara musik di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Tindakan tersebut menuai kecaman karena menjadikan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas promosi minuman keras.
Arfatul Hidayat, Pembina Hidayah Indonesia, Ketua BAKTIQU, sekaligus Pengasuh Pesantren Markaz Hidayah Quran, mengecam keras tindakan tersebut.
“Tindakan ini tidak bisa dibenarkan dari sisi mana pun. Al-Qur’an bukan bahan permainan, hiburan, apalagi alat promosi untuk mendapatkan minuman keras.”
Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya persoalan promosi, tetapi telah melukai perasaan para ahlul Qur’an dan khadimul Qur’an yang selama ini menjaga, menghafal, mengajarkan, dan memuliakan Al-Qur’an.
“Bagi kami, Al-Qur’an adalah kalamullah yang harus dimuliakan. Ketika ayat suci dijadikan challenge dengan hadiah minuman keras, tentu ini sangat melukai hati para penghafal dan pengajar Al-Qur’an.”
Arfatul meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara serius dan sampai tuntas, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat.
“Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum. Dan harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali.”
Ia juga mengingatkan pelaku industri hiburan dan usaha agar tidak menjadikan agama, kitab suci, maupun simbol-simbol keagamaan sebagai bahan promosi yang merendahkan nilai-nilai agama.
“Jangan pernah jadikan Al-Qur’an sebagai alat untuk mempromosikan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Al-Qur’an harus dimuliakan, bukan dipermainkan.”
Arfatul Hidayat Pembina Hidayah Indonesia | Ketua BAKTIQU | Pengasuh Pesantren Markaz Hidayah Quran